Penyebab dari Keratoconus Adalah

Sumber: hellosehat.com 

Apakah kamu pernah mendengar keratoconus? Apa itu keratoconus? Menurut hellosehat.com keratoconus adalah kondisi yang terjadi ketika kornea atau permukaan mata yang bening, cembung menipis dan lama-lama menonjol keluar seperti kerucut. Hal ini dapat menyebabkan pandangan kabur dan mata menjadi sensitif pada cahaya. Keratoconus adalah penyakit yang biasanya mempengaruhi kedua mata dan terjadi pada orang berusia sepuluh sampai dua puluh lima tahun. perkembangan dari penyakit ini cukup pelan dan bisa lebih dari sepuluh tahun atau lebih. Pada awalnya penyakit ini dapat diatasi dengan lensa kontak atau kacamata, namun kelamaan kamu akan membutuhkan lensa kontak dengan material yang kaku atau dikenal dengan nama Rigid Gas Permeable (RGP) atau jenis lensa lainnya. Bila kondisi mengalami progresivitas hingga ke tahap lanjut, bisa saja penderitanya membutuhkan transplantasi kornea. 

Apa saja tanda-tanda dari penyakit ini? tanda dan gejala dapat berubah seiring dengan perkembangan penyakit, di antaranya adalah mata yang menjadi sangat sensitif pada cahaya silau, pandangan yang kabur atau buram, pandangan seperti berkabut dan terus bertambah parah dan sering mengganti resep lensa kacamata. 

Apa yang menjadi penyebabnya? Penyebab dari keratoconus adalah kurangnya antioksidan yang melindungi kornea. Antioksidan akan melawan serat kolagen dari zat sisa berbahaya yang dihasilkan oleh sel kornea. Ketika antioksidan kurang atau habis, maka kolagen akan melemah dan menyebabkan kornea menonjol ke luar. Kondisi ini biasanya diwariskan dalam keluarga. Penyakit ini berkembang lebih cepat pada orang dengan kondisi medis tertentu seperti alergi, hal ini disebabkan oleh orang yang terserang alergi sering mengusap atau menggosok mata mereka. Selain itu, yang menjadi penyebab dari penyakit ini adalah mengalami kondisi kesehatan tertentu seperti retinitis pigmentosa, sindrom down, asma dan sindrom ehlers-danlos. 

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini? Menurut klikdokter.com untuk menentukan diagnosis terdapatnya keratoconus, dokter akan mengevaluasi riwayat kesehatan penderita dan keluarga dan pemeriksaan terhadap mata. Pemeriksaan penynjang yang dilakukan seperti:

  1. Keratrometri

Dokter memfokuskan lingkaran cahaya pada kornea dan mengukur refleksi cahaya tersebut untuk mementukan bentuk dasar kornea. 

  1. Pemeriksaan menggunakan slit-lamp

Dokter mengarahkan sinar cahaya vertikal pada permukaan mata dan melihat struktur yang terdapat pada mata menggunakan mikroskop. Dengan pemeriksaan ini dokter akan mengevaluasi bentuk kornea dan melihat adanya potensi gangguan lain pada mata pasien.

  1. Pemetaan kornea

Pemetaan kornea yang terkomputerisasi seperti dengan pemeriksaan fotografik khusus OCT (Coherence Tomongraphy) dan topografi kornea dapat menghasilkan pencitraan kornea serta pemetaan bentuk detail dari permukaan kornea. Dengan pemeriksaan ini, dokter juga akan mengetahui ketebalan dari kornea pasien.

  1. Pemeriksaan refraksi mata

Pemeriksaan ini menggunakan peralatan khusus yang mengukur daya lihat mata untuk mengevaluasi adanya gangguan daya lihat.

Kemudian, penanganan apa yang cocok untuk penyakit ini? Terdapat berbagai jenis lensa yang dapat digunakan untuk menangani masalah ini, seperti lensa kacamata atau lensa kontak lunak, lensa kontak keras, lensa hibrida, lensa sklera dan beberapa tipe lainnya. Jika kamu memilih lensa sebagai cara menanganan, maka kamu harus memeriksa secara berkala agar dapat menentukan kekuatan lensa sudah sesuai atau belum untuk tipe penyakitmu. Selain itu, pembedahan juga dapat liakukan jika terdapat jaringan parut pada kornea, daya lihat yang buruk dengan lensa berkekuatan tinggi, ketidakmampuan untuk menggunakan lensa kontak tipe apapun dan penipisan yang berlebihan pada kornea. 

Keratoconus adalah penyakit yang cukup serius dan kamu harus berkonsultasi pada dokter untuk penanganan yang tepat.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>